Jl Cibaduyut Raya Blok TVRI III, Bandung
Senin - Jumat : 09.00 - 16.00 WIB
(+62)82162909050
MADANI 2026: Langkah Awal Generasi Peradaban STAI Nurul Iman

MADANI 2026: Langkah Awal Generasi Peradaban STAI Nurul Iman

Bandung - Kamis, 8 Oktober 2026, menjadi hari yang bermakna bagi keluarga besar STAI Nurul Iman Bandung. Aula utama kampus menjadi saksi hadirnya mahasiswa baru yang membawa harapan, semangat, dan cita-cita untuk memulai perjalanan panjang sebagai insan akademik.

Sejak pagi hingga sore hari, mahasiswa baru mengikuti rangkaian Masa Adaptasi dan Orientasi Mahasiswa Baru (MADANI) 2026 sebagai langkah awal untuk mengenal kehidupan di perguruan tinggi. Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan pertama bagi mahasiswa baru dengan pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh keluarga besar STAI Nurul Iman Bandung.


MADANI bukan sekadar kegiatan penyambutan mahasiswa baru. Lebih dari itu, MADANI menjadi proses awal pembentukan identitas mahasiswa, pengenalan budaya akademik, serta penanaman nilai-nilai yang menjadi fondasi bagi perjalanan pendidikan mereka.

Sebagaimana konsep pelaksanaannya, MADANI merupakan kegiatan pengenalan budaya akademik dan kemahasiswaan bagi mahasiswa baru STAI Nurul Iman Bandung agar mereka memahami sistem pendidikan tinggi, nilai kelembagaan, serta karakteristik kehidupan akademik di perguruan tinggi. KONSEP AWAL MADANI 2026


Membangun Fondasi Kampus, Menyiapkan Generasi Baru


Dalam laporan pelaksanaan kegiatan MADANI 2026, Ketua Pelaksana Muhamad Rizza, S.Pd., M.Pd., M.Ed., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen STAI Nurul Iman Bandung dalam mempersiapkan mahasiswa baru untuk menghadapi dunia akademik.


Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan bahwa STAI Nurul Iman Bandung saat ini memiliki 2 fakultas, 3 program studi, 21 tenaga pengajar, serta lebih dari 9 tenaga kependidikan yang menjadi bagian dari ekosistem akademik untuk mendukung mahasiswa dalam mencapai cita-cita dan mengembangkan potensinya.

"Kampus hadir bukan hanya sebagai tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun karakter, mengembangkan potensi, dan mengantarkan mahasiswa menuju cita-cita yang mereka impikan."

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa perjalanan mahasiswa tidak pernah berjalan sendiri. Keberhasilan mahasiswa merupakan hasil dari proses belajar yang didukung oleh lingkungan akademik, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh sivitas akademika.



Menggantungkan Cita-Cita Setinggi Langit


Setelah penyampaian laporan kegiatan, Ketua STAI Nurul Iman Bandung, Dr. Hasan Basri, S.Pd., M.M., menyampaikan pesan motivasi kepada mahasiswa baru agar memiliki keberanian untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita.

Beliau mengajak mahasiswa untuk tidak membatasi harapan mereka, karena pendidikan tinggi merupakan ruang untuk mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan masa depan.

"Gantungkan cita-cita kalian setinggi langit. Bermimpilah setinggi mungkin. Karena jika suatu saat kalian jatuh, kalian tidak akan jatuh ke tempat yang rendah, melainkan akan jatuh sebagai gugusan bintang yang tetap memberikan cahaya."

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan akademik membutuhkan keberanian, kerja keras, dan keyakinan. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk menyelesaikan studi, tetapi juga untuk menjadi individu yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Nilai tersebut selaras dengan tema MADANI 2026, yaitu membangun mahasiswa yang islami, akademik, dan visioner menuju generasi peradaban. KONSEP AWAL MADANI 2026.


Sumber: Kompasiana | Muhamad Rizza